Terkadang hidup ini lucu, ada masa aku mencintai hingga pada akhirnya aku membenci. Yaa, aku mencintai dia yang telah ungkap sejuta janji untuk terus setia dengan cinta. Indah sekali, ketika mendengar itu semua, seolah perhatian tidak hanya aku dapatkan dari keluarga. Ia romantis, peduli hingga akhirnya aku berani mematahkan berbagai perasaan agar aku bisa tumbuh bersama cinta gombalnya itu. Hahaha, gombal, memang sihh gombal banget tapi rasanya aku bodoh. Bodoh banget, berbulan-bulan bahkan 5 tahun aku menanti kapan ia akan menguhubungiku secara pasti, tapiii sekelumit alasan dia lontarkan disaat aku mengharapakn kabar bahagia datang darinya. Bahkan alasan itu membuat ku tak habis pikir, kenapa dia menyudutkanku? Kenapa semua kesalahan dia tumpahkan padaku. Harusnya dia bertanya dahulu dan kita saling komunikasi agar keadaan menjadi baik. Tapi apalah daya saat kau memutuskan itu. Sontak, aku terkejut saat ia mengatakan hal yang mungkin tak pernah terlintas diperkiranku, rasanya aku gila, aku lempar hpku, aku menangis dan tertawa. Pertanyaanku adalah apakah ia mencoba membuatku cemburu buta atau benar adanya?. Ahh gak mungkin, pasti dia bohong, dia kan sudah berjanji ko setega itu dia katakan akan memilih wanita lain. Dia lucu sihh, berbohong ko tentang cinta seperti itu. Tapi kalau memang itu keputusannya, aku hanya bisa berharap yang terbaik untuknya. Karna aku menghargai penantian panjangku, maka aku tidak menyesal atas keputusanku yang telah menungggunya, meskipun pada akhirnya aku tidak bisa memaksakan takdir.
Dia semudah itu melepaskanku, dan aku juga akan berusaha mengikhlaskannya. Dia mungkin tak mengerti seberapa sakit rasanya saat harus bertahan disaat hati dan pikiranku tak sejalan. Seberapa sakit penantian tanpa adanya kepastian yang datang.
Aku yang sangat jauh menemanimu dengan sepenuh hati tapi aku terlalu bodoh, bodoh bertahan disaat kepastian tak kunjung datang. Bhaaiklah... pada akhirnya aku pun pergi. Heuu
Aku tidak peduli, memang Allah udah menjauhkan kita dari hubungan tanpa ada kejelasan. Aku bersyukur............
Semua sudah cukup sampai disini.
Semua sudah cukup sampai disini.
Terimakasih atas luka telah menyayat hati.
Jangan kembali lagi.
Natatulisan__
200419
Semoga jadi pelajaran buat mbaknya. Tetap semangat nulis yoo!
BalasHapusSemangat kakak, yang pergi biarkan pergi. Nanti juga akan kembali, dengan orang yang berbeda bahkan lebih baik lagi :)
BalasHapusNice story lilsist, semoga apa yang terjadi senantiasa menjadi pelajaran yang terbaik.
BalasHapus"allah maha pencemburu, tidak ingin Ia diduakan oleh hati hambNya".
Btw,,,semangatt beliterasii 😊
Suka sedih baca tulisan yang ending nya di tinggalin..
BalasHapusUdah nunggu lama",ternyata dia nya berpaling...#sabar aja lah ya mbak..masih banyak cowok yang Soleh di dunia ini
Semangat mbak
BalasHapus